3456

3456
Lawang Sewu

Tugu Muda Semarang

Jumat, 20 Juni 2014

Catatan Kusam 16 November 2011 Penuh dengan Debu tentang Sahabat

Woles Sukses untuk Pribadi Semua Orang. He...! Secarik kertas.

Menggapai Matahari, "Hem apa bisa Matahari kan Panas!"He. Demi kesuksessan pribadi untuk menjadi yang terbaik diantara sahabat sejati dan mengharapkan Pelangi yang akan memberi sejuta hidup didunia ini. "Wow ada Pelangi, Sejta warna asik bukan main senangnya" He. Demi sebuah kesuksesan dalam bersama-sama menggapai cita-cita. 

Menurut saya He "Sahabat terbaik adalalah sahabat yang bisa menjadi matahari dan pelangi untuk sahabatnya". Menjadi Matahari : bisa membuat sahabat selalu bersemangat menjalani kehidupan yang tak luput dari tantangan, kegembiraan, bahkan sahabat sangat memerlukan suport, motivasi, nasehat, dan arahan dari sahabat. Pelangi : Semua orang selalu menati timbulnya Pelangi, Penuh dengan warna warni keindahan,  apabila dikenang akan membuat sahabat semakin rindu dan tersenyum.

Hobi Yang Menyakitkan He


Sabtu, 10 Mei 2014

Demi kesuksessan dan kebahagian kedua orang tuaku ku akan selalu semangat untuk berjuang

Awal yang indah....!, tepatnya 1 april 2014 jam.16:00 WIB. Hari itu seminar proposal saya, hari itu juga saya sudah tahu kesehatan saya mengurang. Hanya Allah SWT yang selalu memberi semangat untuk maju terus, kalau kita semangat, tetap ceria, dan yakin kita akan merasa segar walau sebenaryna dalam hati tidak merasa betul. Berkat bantuan teman-teman yang selalu mengingatkan, mau betul membantu saya, dan tentu itu sangat-sangat meringatkan pikiran saya makasi ya eu,ta,fel,nek.

Linglung akhirnya selesai juga proposal saya, selamat dan terimakasih ya atas bantuan teman-teman semua. Pulang kerumah udah selesai azan magrib, nyampe langsung tarok tas dan sekantong buku.
Cuci muka, langsung tidur ngambil selimut tebal ditambah selimut tipis lagi, menggigil menahan dingin ternyata saya sakit. Untung ada pasukan dari puguk datang kerumah niat main, tapi akhirnya ngerokin saya, alhamdulillah legah juga rasanya.

Besok hari rabu tu, pagi-pagi langsung saya ke apotik pak mahmut he, dikasi obat demam panas dingin. Hu banyak betul obat yang dikasi, sampai-sampai saya kepanasan dan tidak bisa tidur. Dijalani, "selalu semangat, tetap ceria, yo yo yo...!". Sungguh tidak ada sempat untuk perbaikan proposal dalam satu minggu, karna yang maha kuasa masi sayang sama saya, masi ingat sama saya, dan mengingatkan saya akan apa yang telah dilakukan selama ini. Dari situ saya menyadari sob, sebab dari semuanya adalah kurangnya istirahat, banyak bergadang, selalu didepan komputer sampai tengah malam, makan yang tidak teratur, dll. Cukup saya saja yang tahu hehe...! 

Pulang kampung untuk beristirahat menikmati udara segar di kampungku desa puguk. Asli saya istirahat total disana, walau terkadang terpikir juga dengan proposal. Allah SWT maha penglihat apa yang telah terjadi, dan maha yang selalu kasihan kepada umatnya. Waktu terus berjalan, pulang juga saya ke bengkulu.

Hari kamis, 17 april 2014 saya memulai bimbingan perbaikan proposal dengan penguji 2 "bla bla bla langsung ngadap ke selanjutny, dan langsung rebes semua. Saya disuruh ngurusin jadwal untuk melaksanakan penelitian. Dalam keadaan sakit kalau kita tetap semangat dan merasa tidak sakit pasti ada saja keajaiban yang akan datang. Saya sudah merasa kan, apa yang saya rasakan, beri hambamu kesehatan dan bantu hambamu.  Jujur hati orang tua tau apa yang dirasakan anaknya, dia selalu menyuruh saya berobat dan selalu bilang "mak saya sehat-seha saja tidak sakit, kalau sakit cuman sakit biasa, dan kemarin sudah berobat". 

Hari Jum'at, 2 Mei 2014 kedua orang tua dan adek ke bengkulu, biasa ada keluarga dekat nikah, ya alhamdulillah pasti makan saya teratur untuk 2 hari hehe. Yang namanya saya tidak mau melihatkan muka sakit kepada kedua orang tua saya, tapi apa daya mulai mak nanya "kurus nian kini, sakit kita berobat?". Saya "sapa yang sakit, orang sehat-sehat, he orang lain maksutnya, cuman batuk biasa mak, padahal luar biasa hehe.". Terkadang apa yang kita rasakan selama perjuangan selalu membuat saya bersemangat-bersemangat untuk menyelesaikan target. Hari sabtu 3 Me 2014 atu siklus sudah lewat, hari minggunya dari tempat pernikahan keluarga kumpul dirumah, katanya sakit zen, he tetap senyum katakan tidak, tapi dalam hati iya.

Minggu sore, saya tidur di kamar terus datang mak langsung tanganya ke kening saya, masih sakit kau ni nak. Saya idak sakit lagi mak, orang sehat sehat saja padahal sakit benar dan pingin sekali saya cerita dengan mak sebenarnya he. Ditinggalkan duit disuruh berobat, sore itu selesai salaman dengan ke dua orang tua, mereka pulang kembali ke dusun. Hu langsung saya tidur lagi, dan menahan segala rasa sakit ini

Ingat jangan pernah berjanji kalu tidak bisa menepati, pengalaman dikit sob, tapi saya tetap tersenyum aja. Masalahnya dengan waktu, dan harus butuh waktu lagi untuk mencari sesuatu. Enak kalau saya tenaga dan pikiran plong gitu hehe...! Seribu akal yang dipikirkan hanya satu, sms ibu guru "band motor saya pecah, mf mungkin saya terlambat ngajarnya". Saya pernah lihat kata-kata"Semua akan indah pada waktunya". Satu tujuan saya sebelum ke sekolah, ke masjid tempat teman, dia mau kamipun berangkat. walau kurang membantu setidaknya mengurangi beban saya. Semua keajaiban itu datang dari maha kuasa.

Masi dalam keadaan kurang sehat sob, walau begitu kita harus tetap sehat, segar,  dan semangat melakukan aktifitas. Bantu teman video in ibu guru ngajar, hari selasa selesai. Kamis datang, he tersenyum...! Selesai sore sampai rumah, letak tas langsung ambil karpet, bantal dan langsung berbaring istirahat sejenak, luar biasa. Cukup istirahatnya, hari sabtu berobat di klinik lhay, cerita keluhan dengan doktor, diperiksa terus dia bilang panasnya tinggi sekali, darah rendah, berat 49, dan baru disuruh ke laboratorium untuk periksa darah. Mak, jarum sunting atut...! pejam mata hu selesai juga darah saya di ambil, satu jam kemudian hasilnya sudah ada.

Tn. zendro silakan masuk keruangan, begini hasilnya : Positif Malari Vivax, merah berarti ini sudah cukup lama mungkin awalnya ketika tn zendro sakit bulan maren, dan untung tn zendro cepat berobat. Nanti saya kasi obat ada yang di minum 3 langsung untuk malam dan siang. Maksi dok...! He...! Alamak Obatnya besar banget.

Minggu, 11 Mei 2014

ZENDRO HAREFLEN

Ingat Allah SWT memberikan kesehatan untuk dimanpaatkan, dimanpaatkannya bukan untuk kita saja, kalau bisa manpaatnya bisa untuk orang lain.

Selagi kita mampu untuk melakukan aktifitas kita maka kerjakan aktifitas itu, tapi ingat dengan kondisi kesehatan mu.

Walau kita kurang sehat, jangan pernah untuk menyerah melakukan aktifitas seperti orang sehat.

Jangan pernah mengeluarkan kata aku akan membantumu kalau kita tidak bisa melakukannya, karna itu akan membuat waktu seseorang akan kacau.

Ingat jangan pernah melupakan sesuatu yang telah terjadi, karna orang lain selalu menungguny.

Saya akan selalu berusahan menepati janji, walau terkadang saya sering terlambat.



Ingat penyemangat ketika kita sakit adalah melihat orang disekitar kita yang selalu bersemangat untuk melakukan aktifitas.

Berikan Hambamu Kesehatan. Thanks.





Selasa, 04 Februari 2014

Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran



Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran

                Rancangan Pembelajaran dapat dianalogikan dengan rancangan strategi permainan suatu tim. Perancang pembelajaran kelas yang baik, mengetahui kelemahan dan kekuatan siswanya dan dia tahu tantangan yang terkandung dalam kurikulum. Dia memiliki ragam strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk membangkitkan kekuatan siswa yang dapat mengurangi kelemahannya. Dan karena hampir semua semua pembelajaran itu berlangsung dalam kelompok besar, maka perancang pembelajaran perlu memiliki strategi menyeluruh yang membantu keseluruhan kelas mengkoordinasi kegiatannya. Dalam hal ini guru berperan sebagai oerancang pembelajaran kelas.
                Ada suatu analogi menarik dengan rancangan pembelajaran. Jika kegiatan pembelajaran itu diibaratkan suatu tayangan film maaka pembelajaran yang baik perlu didasarkan kepada jalan cerita yang jelas., peran yang harus dimainkan oeh pemain, dan pemain yang bermutu. Jika dalam sinetron atau film semua itu disiapkan dan atau dilakukan oleh orang yang berbeda maka dalam proses pembelajaran seluruh peran itu dimainkan oleh seorang guru. Seorang guru adalah seorang sutradara, dan aktor yang memainkan jalan cerita, tetapi juga sekaligus sebagai penonton karena dia harus mengamati apa yang terjadi dalam proses tersebut. Ada tiga hal pokok yang akan dibicarakan dalam kegiatan belajar ini yaitu:

1.       HAKIKAT PROSES PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran sebagai proses implementasi kurikulum, menuntut peran guru untuk mengartikulasikan kurikulum/bahan ajar serta mengembangkan dan mengimplementasikan program-program pembelajaran dalam suatu tindakan yang akurat dan adekuat. Peran ini hanya mungkin dilakukan jika guru memahami betul tujuan dan isi kurikulum serta segala perangkatnya untuk mewujudakan proses pembelajaran yang optimal.
Istilah pembelajaran bukanlah hal yang baru dikenal bahkan mungkin kita tidak hanya mengenal istilah itu melainkan pernah melakukannya. Apa sebenarnya yang dimaksud dngan proses pembelajaran? Apakah pembelajaran itu proses penyampaian pengetahuan kepada siswa? Proses melatih siswa sehingga dia terampil melakukan sesuatu? Atau membantu proses belajar?
a.       Pembelajaran Sebagai Inkuiri Refleksi
Cara kita memandang esensi pembelajaran akan bergantung kepada baagaimana kita memandang pendidikan. Apakah kita memandang pendidikan sebagai suatu hasil atau sebagai proses. Dengan kata lain apakah kita memandang pendidikan sebagai kualitas kata kerja. Cara kita membedakan kedua hal ini akan mempengaruhi cara mempelajari pendidikan dan perilaku kita sebagai guru. Jika pendidikan dipandang sebagai kata benda, berarti bahwa pendidikan itu adalah sesuatu yang telah diperoleh. Sedangkan jika dipandang sebagai kata kerja, pendidikan adalah proses inkuiri yang berkelanjutan.
Pandangan terakhir adalh pandangan yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang lebih efektif dan mengarah kepada pengembangan profesi guru dan perkembangan siswa secara optimal. Di dalam kajian ini, proses pembelajaran dipandang sebagai proses membantu peserta didik belajar, membantu peserta didik mengembangkan dan mengubah perilaku (pengetahuan, afektif, dan psikomotor), proses membantu peserta didik merangkai gagasan, sikap, pengetahuan, apresiasi, dan keterampilan.
Sebagai proses inkuiri reflektif, pembelajaran mengandung makna sebagai proses sintesis dan analisis. Inkuiri di dalam pembelajaran mengandung makna mempertanyakan, menjelajahi lebih jauh, dan memerluas pemahaman tentang situasi. Sedangkan refleksi mengimplementasikan adanya dugaan, penilaian, dan pertimbangan faktor-faktor yang signifikan terhadap pencapaian tujuan. Dengan kata lain proses pembelajaran sebagai imkuiri refleksi sangat menekankan unsur aktifitas dan dinamika proses yang harus dipahami dan dihayati guru. Proses pembelajaran tidak sekedar menjadi wahana belajar bagi peserta didik tetapi juga wahana belajar bagi guru. Di dalam proses pembelajaran terjadi proses menjaawab pertanyaan, mempertanyakan jawaban, dan mempertanyakan pertanyaan.  Jelasnya proses pembelajaran adalah proses dinamis, proses yang berkembang terus, dan didalam proses itu akan terjadi proses belajar. Dalam proses pembelajaran terkandung prses mengajar dan belajar, sebagai dua proses yang saling bergantung, mengajar hanya akan ada jika terjadi proses belajar.
Proses pembelajaran sebagai inkuiri reflektif akan menempatkan guru sebagai:
Ø  Individu yang secara terus menerus aktif belajar, anda juga berperan sebagi siswa,
Ø  Seorang guru yang memandang siswanya untuk menjadi pelajar yang reflektif,
Ø  Seorang profesional yang secara terus menerus merefleksikan keefektifannya sebagai seorang guru,
Ø  Seorang profesional yang selalu meningkatkan kemampuan profesionalnya.
b.      Perkembangan Sebagai Tujuan Pembelajaran
Tatkala seorang guru ditanya tentang tujuan apa yang ingin dicapai dengan pengajaran Bahasa, IPA, IPS dan juga bidang studi atau pelajaran lain, mungkin dia menjawab bahwa dia bertujuan mengembangkan manusia terdidik, dan untuk mencapai itu dia mengajarkan Bahasa, IPA, IPS atau bidang studi lain karena bidang esensial untuk berlangsungnya pendidikan secara mulus.
Bukan hal mustahil bahwa pembelajaran yang ekselen (unggul) dikerjakan oleh guru-guru artistik yang tidak memilik konsep yang jelas tentang tujan tetapi mereka secara intuitif memiliki pemahaman tentang apa proses pembelajaran yang baik, materi sajian apa yang dianggap penting/bermakna, topik apa yang relevan dengan penembangan peserta didik, bagaimana menyajikan bahan secara efektif, serta bagaimana menilai keberhasilan siswa. Akan tetapi jika suatu program pendidikan atau pembelajaran dirancang dan diupayakan untuk dilakukan perbaikan secara berkesinambungan, bagaimanapun juga pemahaman akan konsep-konsep tujuan yang hendak dicapai adalah suatu keharusan bagi guru. Tujuan pembelajaran menjadi tolak ukur untuk memilih bahan ajar, merancang isi pembelajaran, mengembangkan prosedur pembelajaran, dan mempersiapkan tes dan ujian. Semua aspek progrm pembelajaran secara nyata merupakan instrumen untuk mencapai tujuan. Artinya jia menelaah program pembelajaran secara sistematis dan cermat, maka pertama-tama yang harus diyakini adalah tujuan yang hendak dicapai.
Persoalan yang muncul ialah apa yang menjadi tujuan pembelajaran itu? Salah satu hal yang dirisaukan atas praktek pendidikan adalah ketidakseibangan pengembangan aspek intelektual dan nonintelektual. Sering kali terjadi bahwa proses pembelajaran lebih menekankan pengembangan aspek intelektual sengkan aspek nonintelektual kurang tersentuh. Bahkan dalam aspek intelektual pun seringkali hanya menyentuh satu sisi, yaitu kemampuan berpikir logis (convergent thinking) dan kurang mengembangkan kemampuan kreatifitas siswa (divergent thingkng).
Kecenderungan proses pembelajaran seperti ini akan menimbulkan kekurangan bermaknaan karena proses pembelajaran hanya merupakan proses intelektualisasi dan bukan proses personalisasi. Kecenderungan ini juuga akan mendorong tumbuhnya kompetensi intelektual yang tajam, sementara kepekaa sosial dan lingkungan menjadi pudar. Titik lemah proses pembelajaran tersebut perlu diperbaiki dengan menekankan kepada konsep perkembangan sebagai tujuan pembelajaran.
Pada umumnya diakui dalam diri manusia ada suatu instrumen penting untuk mengembangkan diri yaitu akal pikiran. Hanya saja pengembangan kemotekaran (akal pikiran) melalui proses pembelajaran harus dibarengi dengan pengembangan nilai-nilai dan keteramilan hidup dan menempatkan nilainilai dan keterampilan hidup itu sebagai objek dan juga sekaligus sebagai landasan pengembangan akal pikiran. Hal ini diharapkan terjadi di dalam proses pembelajaran sebagai wahana pengembangan pribadi peserta didik.
Dalam kaitannya dengan perkembangan peserta didik, proses pembelajaran memiliki fungsi:
Ø  Pengembangan, yakni membantu peserta didik mengembangkan diri sesuai dengan potensi dan keunikannya,
Ø  Peragaman, yaitu embantu peserta didik memilih arah perkembangan yang tepat sesuai dengan potensi dan peluang yang diperolehnya,
Ø  Integrasi, yakni membawa keragaman perkembangan ke arah dan tujuan yang sesuai dengan eksistensi kehidupan manusia.

2.       PROSEDUR PENGEMBANGAN RANCANGAN PEMBELAJARAN
Kegiatan dalam menyusun rancangan pembelajaran ini akan mencakup:
a.       Analisis kurikulum,
Secara fisik, kurikulum dituangkan dalam suatu dokumen yang pada intinya menggambarkan bahan ajar yang harus diajarkan dalam tingkatan kelas dan kurun waktu tertentu. Kurikulum dalam bentuk dokumen semacam ini merupakan kurikulum ideal atau kurikulum yang diharapkan (ideal of expected curriculum).
Di dalam praktek seorang guru dituntut untuk mengartikulasikan kurikulum kedalam ragam dan rentang pengalaman belajar peserta didik. Artikulasi dan implementasi kurikulum yang ideal tadi akan bersifa kontekstual dan bergantung kepada kondisi objektif guru maupun peserta didik. Oleh karena itu, sangat mungkin apa yang dilaksanakan dalam praktek tidak sepenuhnya mewujudkan hal-hal yang terkandung dalam kurikulum tersebut. Dengan kata lain kurikulum yang terlaksana (implemented curriculum) tidak selalu identik dengan kurikulum ideal.
Persoalan yang muncul ialah bagaimana agar kurikulum yang terlaksana tadi tidak menyimpang dari kurikulum yang ideal. Dalam hal inilah seorang guru perlu melakukan analisis kurikulum yang dimaksudkan untuk merumuskan rencana dan bahan ajar yang lebih bermakna sesuai dengan perkembangan peserta didik. Ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan analisis kurikulum, aitu sebagai beriut:
Ø  Total waktu yang anda miliki untuk menangani topik-topik utama yang harus diajarkan,
Ø  Asumsi-asumsi yang anda gunakan tentang pengetahuan dan keterampilan awal peserta didik untuk memulai mempelajari topik-topik baru,,
Ø  Tujuan umum belajar yang dirumuskan untuk siswa.
Waktu serta pengetahuan dan keterampilan awal akan dibahas sendiri, sedangkan tujuan akan dibahas pada bagian tujuan pembelajaran.
a)      Waktu
Keseluruhan waktuyang harus anda rancang untuk pengajaran mencakup waktu untuk mengajarkan seluruh isi pelajaran dan waktu yang diharapkan dimiliki siswa untuk mengajarkan pekerjaan diluar kelas. Anda tidak akan pernah memiliki cukup waktu untuk melakukan segalanya yang ingin anda lakukan dalam satu pelajaran. Oleh karena itu, anda harus sadar betul waktuyang perlu dimiliki dan direncanakan.
Rancangan waktu dapat dirumuskan kedalam waktu tatap muka dengan siswa, administrasi kelas, dan kegiatan luar kelas. Banyak ragam kegiatanyang bisa dirancang untukkegiatan di luar kelas yang pada intinya mengembangkan tanggung jawab siswa terhadap tugas-tugas yang harus dikerjakan, yang biasanya dinyatakan dalam bentuk pekerjaan rumah.
b)      Pengetahuan dan Keterampilan Awal
Benyamin Bloom (1976) mengembangkan suatu teori yang menjelaskan mengapa unjuk kerja siswa berbeda atas tugas-tugas pembelajaran (learning task) yang diperhadapkan padanya. Teori ini mengatakan sebagai berikut:
Ø  Sampai dengan 50% keraguan prestasi siswa ditentukanoleh kepemilikan keterampilan kognitif awal yang diperlukan untuk memulai pembelajaran.
Ø  Sampai dengan 25% Keragaman perstasi ditentukan oleh karakteristik afektif awal. Karakteristik ini berkaitan dengan kemauan dan motivasi siswa untuk belajar.
Ø  Sampai dengan 25% keragaman prestasi siswa ditentukan oleh balikan yang efekti dan tepat waktu dari guru dan/atau bahan pembelajaran.
Teori ini tentu berlaku secara keompok tidak secara individual, dan kita tidak bisa membuat penyederhanaan atas proses pembelajaran yang dialami oleh setiap siswa. Proses secara individual akan lebih kompleks, karena prilaku menusia mempunyai ragam penyebab adalah hal yang berbahaya jika kita melakukan penyederhanaan dalam menjelaskan perilaku.
Bagi seorang guru sekolah, pemahaman pengetahuan dan keterampilan awal siswa dapat silakukan dengan cara menganalisis kurikulum sebelumnya, atau diskusi dengan guru yang pernah mengajar pada tingkat sebelumnya. Pemahaman tersebut dapat anda padukan dengan pemahaman anda tentang isi pelajaran yang harus dipelajari.
b.      Penyiapan tujuan instraksional,
Pemahaman anda tentang isi pelajaran dan waktu yang tersedia, menjadi landasan bagi pengembangan dan perumusan tujuan pembelajaran. Ada empat tipe tujuan pembelajaran, yaitu:
1.       Tujuan keperilakuan, rumusan tujuan yang ada dalam bentuk perilaku siswa yang dapat diobservasi, diukur, dan diuji bahwa siswa sudah menguasai dengan baik perilaku yang harus dicapai secara khusus.
2.       Tujuan pemecahan masalah, merumuskan pembelajaran siswa dalam proses untuk menggunakan pikiran melalui pengkajian isu yang tidak memiliki pemecahan spesifik.
Ada lima hal yang membedakan tujuan pemecahan masalah dari tujuan keperilakua, yaitu:
ü  Pemecahan terhadap masalah tidak dapat dirumuskan sebelumnya dan seringkali pemecahan yang muncul merupakan hal yang tidak/belum pernah terfikirkan sebelumnya.
ü  Proses berpikir melalui masalah sama pentingnya dengan pemecahan masalah itu sendiri.
ü  Peran guru berubah dari seseorang yang memandu secara eksplisit kepada seseorang yang mendorong dan pemberi kritik yang bersahabat.
ü  Perubahan peran guru akan mengubah peran siswa. Arah kerja siswa tidak lagi kepada hasil yang sudah diprediksi.
ü  Perbedaan antara kedua tujuan ini akan bermuara pada sistem evaluasi.
3.       Tujuan ekspresif, merumuskan pembelajaran siswa kedalam tingkst pengalaman tinggi yang bermakna secara individual apakah sebelumnya sudah diantisipasi atau belum.
4.       Tujuan afektif, ada kesamaan dengan tujuan ekspresif, hanya tujuan afektif lebih terfokus pada respons-respons emosional terhadap kurikulum dan pengajaran. Dalam tatanan paling rendah perilaku afektif direplikasikan dalam bentuk memperlihatkan dan merespons. Dalam kaitannya dengan rumusan tujuan pengajaran untuk memahami perilaku ini biasanya ditambah dengan rumusan “berkemauan untuk”.

c.       Kegiatan yang di arahkan untuk mencapai tujuan,
Secara operasional kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam satuan pelajaran diartikan sebagai sejumlah waktu yang dirancang untuk mengajari siswa suatu topik sederhana, bisa berupa konsep, keterampilan, proses, diskusi singkat tentang cerita pendek,atau bagian dari novel. Kata sederhana mengandung arti bahwa setiap satuan arti pembelajaran adalah hanya satu dari rangkaian satuan-satuan pelajaran yang saling terkait dam bekerja sama membantu siswa memahami hal-hal yang lebih kompleks.
Setiap kegiatan pembelajaran dapat dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu:
Ø  Kegiatan Awal
Pada saat anda memperkenalkan topik baru kepada siswa, perlu di ingat bahwa siswa harus dibantu memahami topik itu dalam konteks keseluruhan pengajaran. Bagian pengantar dari satuan pelajaran dapat membantu siswa dalam hal-hal berikut.
1.       Mengaitkan hal-hal yang sudah dipelajari dengan hal baru. Pengatar satuan pengajaran dapat diisi dengan mengaitkan kembali pengetahuan awal dan mengaitkannya dengan informasi baru sehingga pengetahuan awal itu dapat menjadialat yang bermakna bagi proses mengajar baru.
2.       Memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami topik secara keseluruhan sebelum mempelajari hal-hal yang terkandung dalam tooik secarc detail.
3.       Menumbuhkan hasrat ingin tahu siswa dan merangsang perhatian danhasrat belajar siswa secara berkelanjutan.
4.       Menyadarkan siswa akan apa yang diharapkan guru dari siswa dalam atau selama pembahasan topik tersebut di samping menyampaikan tujuan pembelajaran.
Ø  Rancangan untuk kegiatan inti pembelajaran
Banyak ragam konsep dan pemikiran tentang bagaimana proses dan kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Ada yang melihat sebagai suatu “siklus pelajaran” yang mengorganisasikan kegiatan mengajar kedalam aspek-aspek rangkaian arah kegiatan guru (Hunter, 1984). Ada yang merumuskan kedalam langkah-langkah terstruktur misalnya Posenshine dan Stevens (1986). Ada pula yang menekankan kepada model (Joyce dan Weil, 1986) yang tidak sependapat dengan adanya langkah-langkah sistematis dan standar dalam proses pembelajaran.
Ini berarti tidak banyak ragam rancangan dilaksanakan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang beraneka ragam pula. Walaupun demikian kegiatan pembelajaran dikehendaki mampu menumbuhkan dan mengembangkan hal-hal berikut ini:
1.       Mengantarkan siswa kepada informasi atau keterampilan baru.
2.       Mendorong siswa mengkaji ulang atau menafsirkan ulag informasi atau keterampilan yang sudah dipelajari sebelumnya.
3.       Memungkinkan siswa mampu melihat kekurangan dalam proses belajar sebelumnya dan mengisi kekurangan itu.
4.       Mendorong siswa untuk mengembangkan atau memperkuat proses-proses fisik, kognitif, sosial maupun afektif.
5.       Mendorong siswa untuk menghasilkan, mengorganisasikan dan menyatakan informasi baru itu dalam cara-cara kreatif.
6.       Mendorong siswa untuk memperkirakan dan memikirkan gagasan yang belum dikembangkan serta masalah yang belum terpecahkan.
Tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan menjadi panduan bagi anda dalam memikirkan keseluruhan proses pembelelajaran, memutuskan hasil yang paling penting yang harus dicapai, mengaitkan tujuan pembelajaran dengan tujuan kurikulu.
Ø  Kegiatan Penutup
Pada kegiatan penutup, guru membimbing siswa untuk merumuskan ikhtisar yang bertujan untuk:
1.       Mengkaji ulang butir-butir penting dari isi kegiatan pembelajaran.
2.       Memungkinkan siswa merefleksikan pembelajaran dan menggambarkan kumpulan dari pengalaman pembelajaran.
3.       Memberikan gambaran tentang pembelajaran yang akan datang.



d.      Perencanaan evaluasi.
Salah satu koponen penting dari keseluruhan perencanaan pembelajaran adalah perencanaan untuk mengetahui apakah setelah kurun waktu tertentu siswa anda memperoleh kemajuan sesuai engan tujuan yang telah ditetapkan atau apakah siswa anda siap mencapai tujuan yang lebih kompleks. Tujuan-tujuan yang sudah dirumuskan baik tujuan kepperilakuan, sampai dengan kemajuan siswa semua kegiatan evaluasi ini disebut evaluasi sumatif, yaitu evaluasi yang merangkum seluruh hasil belajar siswa pada jangka waktu tertentu.
Evaluasi lain yang perlu dirancang adalah evaluasi formatif. Evaluasi ini dimaksudkan untuk melihat kemajuan siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Evaluasi sumatif maupun formatif harus dirancang secara konsisten dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

3.       RANCANGAN UNIT PEMBELAJARAN
Misalkan anda guru kela lima dan akan mengajarkan kesusastraan Indonesia dngan tema roman. Anda tentu mempunyai banyak topikyang ingin diajarkan dan dikuasai oleh siswa. Tentunya siswa tidak mungkin menguasai seluruh tujuan yang berkaitan dengan topik-topik itu dalam satu hari. Jika anda tidak merancang dengan cermat satuan-satuan elajaran, unit akan menjadi bacaan dan tulisan yang kurang bermakna. Dalam kaitan dengan rancangan pembelajaran, anda perlu membedakan tujuan unit dan tujuan satuanpelajaran. Tujuan unit akan mencakup beberapa minggu kegiatan dan satuan pelajaran sebelum siswa dapat menguasai keseluruhannya. Satuan-satuan pelajaran akan terbangun dalam suatu kesatuan yang tertata kedalam suatu unit yang kohesif.
Setelah satuan-satuan pelajaran itu ditata, ha; penting yang perlu dicek ulang ialah konsistensi antara tujuan, kegiatan, dan evaluasi. Penting juga untuk dilakukan pengecekan konsistensi silang antarsatuan pelajaran untuk meyakinkan bahwa satuan-satuan pelajaran yang sudah dirancang itumemungkinkan siswa mencapai tujuan unit.


What Skripsi GW, ap jadinya?

Desember 2013, banyak kisah perjalan tentang skripsi yang membayangi otak ini. ada harapan tapi tidak ada kepastian, ada solusi tapi tidak ada jalan keluarnya. sob mulailah tersenyum, dan hadapi apa yang akan terjadi, dengarkan apa yang di omongkan, ambil baiknya dan kerjakan. Bilang terimakasi kepada semua yang telah membuat hidup ini terasa nyata. Ingat suatu hal yang diucapkan oleh mulut terkadang besok hari akan cepat berubah.

Yang kita butuhkan di dunia nyata ini bukan janji, tapi fakta apakah bisa nyata atau terwujud. Jadi jangan pernah berjanji kepada orang lain, kalau tidak bisa menepati, karna bisa merugikan orang lain, bahkan orang tersebut akan jauh dari kehidupan kita.

Haha......! Masi desember, ku ajukan 3 buah judul yang menentukan keberhasilan saya. apakah benar atau salah....? tapi yang pastinya saya berharap bisa bertatap muka langsung dengan narasumber untuk berbincang-bincang dan mintak saran serta jitu jampian agar pilihan antara 3 judul tersebut bisa terleasisasi, fiks dan ok. gitu harapan saya.

Wow, ruang kosang tak berpenghuni, sepi sejuk dan dingin. terlihat diatas meja setumpuk skripsi baru dan lusuh menunggu antrian untuk dikoreksi. Dimanakah orangnya?
Sudah lama dan lama tu skripsi terpendam sia-sia dimeja, sungguh malang nasibmu sobat, sabar ya kawan tungu bosnya datang mencoret-coret isi mu.

Ingin mundur rasanya, tapi ini adalah tahap pemula (masi amatir) maju tak gentar sob, kuletakkan selembar kertas yang berisi 3 judul untuk masa depan ini. Tepat diatas skripsi orang, berharap biar langsung dibaca, Bismillah ini adalah awal baru menuju perubahan, dan moga berhasil. he.
 Dor brak pintu ku tutup, langsung buka android cangih dan tak lupa sms, bla bla bla bla judul skripsi saya letak diatas meja ibi? " oya thanks, hari senin bla bla bla diperiksa...!" . Ya mkasi bu.

Terbayang 2 hari 2 malam diatas meja yang sepi, apakah mngkin pada malam hari tikus akan mengoreksinya. heheheeeeeee

Dapat kabar dari teman, bang tu judul harus di buat bab I, biar jelas ngoreksinya, bos marah masa ngasi judulnya aja......! "o ya thanks, kan ku perbaiaki.



Januari 2014, Siap-siap berjuang biar tidak ketinggalan berita, langsung saya letakan kembali tu judul-judulan di atas meja, saya sms bos pake android acim, tapi ternya tu bos tidak ada respon. ya udah bro jalani saja, moga berhasil...!

2 hari kemudian ternyata masi utuh bro, tak ada coretan. ada apakah ini? mngkin tikus lain telah bermain semalam, selanjutnya besoknya masi utuh, dan seterusnya. Sabar dan sabar aja bro, hehehe

Keesoknya kesempatan lagi, jreng pintu terbuka lebar, ktemu dimarkas PPL, bos bgaimn critanya...? ap judulnya Video visual bla bla, oh itu ya kau cri lgi udh bnyak yg gnkn media video, ksrngn cbs cri di buku santoso......?


Senin, 30 September 2013

Jumat, 27 September 2013

Instagram Photos

INSTAGRAM  PHOTOS :

998 X 998 Pixels

Kerokean, dimalam hari...!

Photo Januari 2013, Iseng Motret salah satu lukisan di dinding gedung FBS UNNES.


3456 I Proses dan kenangan....! Kapan ya?

3456 __Mereka hadir dan berkarya, ku persembahkan untuk indonesia yaitu karya kecil dari saya pemuda yang iseng...!

Gelar Karya Seni Mahasiswa PGSD UNIB bertempat di Gedung Taman Budaya Bengkulu.

Ini merupakan acara tahunan menyambut liburan semester Ganjil (ujian Semester), dalam menampilkan sebuah karya yang diharapka yaitu sebuah proses dan hasil yang memukau. Suatu karya yang tidak terlepas dari konsep ke SDan, untuk menunjukan bahwa kedepannya nanti mahasiswa mampu menerapkan semua ide karya untuk peserta didik terkhusus anak SD.

Salah satu Gelar Karya Seni yang terbesar, bahkan ditunggu-tunggu oleh warga PGSD Setiap tahunnya.
Prodi PGSD FKIP UNIB selalu menampakan karya-karya yang terkadang membuat orang tercengang, bahkan ini merupakan Gelar Karya Seni Terbesar di UNIB.

Ini bukan cerita semata....!
ini kenyataan, PGSD selalu menjadi yang terbaik....!

PGSD di seluruh INDONESIA selalu berkarya :

Pagelaran Seni Prodi PGSD Universitas Jember



Pagelaran Seni Drama Tari PGSD Tegal UNNES

Mata menyaksikan, 11-12 Januari 2012.